Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat akan jamur semakin meningkat. Selain memberi sensasi makan nikmat dalam berbagai olahan makanan, jamur memiliki banyak manfaat. Dalam Hendritomo (2010) dikatakan bahwa suatu keunggulan spesifik jamur dibandingkan tanaman lain atau hewan adalah kemampuannya dalam mengubah selulosa atau lignin menjadi polisakarida dan protein yang bebas kolesterol. Kandungan protein pada jamur setara dengan protein daging, sedangkan kandungan karbohidrat jamur lebih tinggi dibanding karbohidrat kentang. Jamur juga memiliki khasiat obat salah satunya sebagai antikanker.

Salah satu jamur konsumsi yang terkenal adalah jamur merang (Volvariella volvaceae). Jamur bulat berwarna putih kecoklatan ini merupakan jamur yang umumnya tumbuh pada media berupa limbah seperti jerami. Sehingga selain dapat bermanfaat sebagai media pangan dan obat, jamur ini dapat mengurangi terbuangnya limbah ke lingkungan.

Di Indonesia, jamur merang memiliki prospek yang menjanjikan untuk dikembangkan. Namun, hingga saat ini produksi jamur merang hanya berpusat di Pulau Jawa. Padahal banyak daerah lain yang juga berpotensi memproduksi jamur ini. Salah satunya adalah daerah Desa Lolo Kelurahan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang, Sumatera Barat dan Kabupaten Pasaman Barat. Daerah ini merupakan salah satu daerah yang cocok untuk perkembangan jamur merang. Daerahnya yang bersuhu hangat memungkinkan jamur merang dapat berkembang dengan baik. Jarak yang dekat dengan bahan baku berupa media tumbuh jamur merang, ketersediaan tenaga kerja dan letaknya yang tidak jauh dari pusat kota sebagai area pemasaran menjadikan Desa Lolo sebagai daerah yang cocok untuk budidaya jamur merang.

Budidaya jamur merang dapat berkembang pesat dalam waktu singkat. Jamur merang dapat dipanen 2-3 kali dalam satu bulan. Waktu panen yang singkat ini meyebabkan perputaran modal yang cepat. Ditambah lagi modal yang tergolong murah dan lahan yang tidak terlalu luas menjadikan usaha ini dapat menyerap banyak tenaga kerja dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebenarnya, proses pembudidayaan jamur merang di Desa Lolo sudah pernah diterapkan sejak beberapa tahun yang lalu. Namun, berbagai kendala dilapangan menjadikan budidaya jamur merang tidak berkembang di daerah ini. Kendala utama yang ditemui adalah pengadaan bibit. Hingga saat ini, pengadaan bibit di Desa Lolo masih bergantung pada pengiriman bibit dari Pulau Jawa. Sehingga sering terjadi kekosongan bibit. Jarak yang jauh terkadang menyebabkan bibit yang datang mengalami penurunan kualitas. Seharusnya, bibit harus segera ditanam setelah diambil dari media pembibitan agar dapat tumbuh maksimal. Hal ini menyebabkan angka kegagalan panen cukup tinggi. Ketidakpahaman petani baik dalam hal  pembibitan, penyemaian hingga panen menjadikan persentase kegagalan semakin tinggi. 

        Saya memberikan pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan terhadap kelompok tani saiyo di Pasaman Barat. Pasaman barat terkenal dengan perkebunan kelapa sawitnya. Sehingga banyak limbah dari kelapa sawit yang tidak dimanfaatkan. Hal ini memberikan saya ide untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat cara mengelolanya sehingga bisa mengurangi limbah. Kendala yang saya hadapi terkendala jarak dan waktu. Sehingga saya tidak bisa terlalu intens untuk mendampingi masyarakat. Dampak dari kegiatan ini limbah tandan kosong kelapa sawit berkurang dan petani di Pasaman Barat sudah mampu membudidayakan jamur merang yang emmiliki nilai jual tinggi.