Pertama kali menjejakkan kaki di kotanya orang merauke, mereka sering menyebutnya dengan kota rusa. Kenapa kota rusa?

Tentu saja karena di Merauke banyak terdapat rusa. Bahkan rusa dijadikan makanan bagi masyarakat dan bukan merupakan hewan yang dilindungi. Di merauke lah daging rusa segar sangat melimpah. Uups, jadi bicara soal makanan. Hehehe, jangan ngiler ya SM3T lovers.

Nah kembali lagi ke kota merauke ni. Di kota ini, mayoritas warganya beragama muslim. Perlu di garis bawahi kota merauke ya……bagaimana dengan pedalamannya? Di session selanjutnya kita bahas ya.

Di kota merauke icon yang terkenalnya yaitu; libra (lingkaran brawijaya), mesjid raya Al-Aqsha, pantai Lampu Satu. Apa lagi ya?? Oh ya masih ada Lotus Garden, taman wisata wasur, Biras, Sota. Nah bagi yang suka travelling rugi deh jika kamu belum travelling ke sini. Jadi silahkan packing barang-barang mu dan mulai cek jadwal keberangkatan mu ya. Hehehe…….

Nah, begitu gambaran kota merauke dengan banyak suku bangsa yang mendiami satu kota, yaitu kota merauke. Mulai dari orang Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan lainnya semua ada disini di Indonesia mini versi Merauke.


Hiruk pikuknya kota Merauke mari kita tinggalkan sejenak bersama lajunya truk yang sedang membawaku menuju kota terpadu mandiri Salor. Sepanjang perjalanan, setelah meninggalkan kota Merauke terbentang hamparang padang rumput gersang di sisikiri kanan jalan. Lajunya truk ini membuat debu yang ada di jalanan berterbangan. Oh sesak sekali, seluruh tubuh  penuh debu. Sesak rasanya jalur pernapasan ini.

Dari kejauhan telah terlihat gerbang masuk KTM Salor.

Kota Terpadu Mandiri Salor……

Kota…….tidak salah gumamku dalam hati……..mengingat sebutan untuk sebuah kota sangatlah jauh dari seperti yang dikenal selama ini mengenai kota.

Jalanan sunyi, hanya kabut tebal yang menemani perjalanan ini ditambah dengan teriknya mentari dilangit merauke yang membuat kulit kering. Disepanjang perjalanan ditemani padang rumput yang luas dan kering. Tanah berdebu mengiringi perjalanan kami yang membuat dada sesak, tenggorokan terbakar.

Kiri dan kanan jalan terhampar puluhan hektar sawah. Katanya Merauke merupakan daerah lumbung padi. Namun, untuk kondisi saat ini sangat memprihatinkan puluhan hektar sawah yang terbentang di sepanjang perjalanan hanya berhiaskan tanah kering yang retak-retak dan membuat mata yang memandangnya merasa tidak nyaman. Jangankan padi yang akan ditemui, rumputpun enggan untuk tumbuh.

Fenomena alam Indonesia timur sungguhlah ekstrim daripada di barat. Siang terasa panas, bahkan sangat panas seperti membakar kulit. Namun, jika malam terasa sangat dingin. Ditambah lagi pada saat ini daerah ini terkena dampak EL-Nino. Sehingga sudah beberapa bulan ini tidak pernah hujan turun dari langit Merauke.

Hal ini menyisakan kenangan yang sangat memilukan. Kebakaran hutan marak terjadi dimana-mana.

Hewan-hewan dan tumbuhan sudah enggan untuk bertahan ditanah Merauke. Mereka lebih memilih pergi jauh ke dalam hutan yang membuat mereka tidak akan pernah terusik oleh tangan-tangan jahil manusia.

KTM Salor  merupakan sebuah tempat atau lokalisasi yang berisikan pendatang. Daerah ini merupakan buah manis hasil program kerja zaman pemerintahan Soeharto yaitu transmigrasi. Sehingga kawasan ini penuh dengan masyarakat Jawa.

Uups, cerita kita sampai di sini dulu ya Sob. Masih seperempat perjalanan  ni menuju tempat pengabdian yang sebenarnya………di tunggu ya chapter selanjutnya. Yang sabar ya………